Tangis Nenek Bocah Korban DBD di Sidoarjo Pecah Saat BHS Hadir.


Tangis Nenek Bocah Korban DBD di Sidoarjo Pecah Saat BHS Hadir.

Reporter : Novem S

 

Redaksi Jatim, Sidoarjo – Pasca jatuhnya 4 korban DBD di desa larangan direspon Politisi Gerindra Bambang Haryo Soekartono guna berikan bantuan fogging dan sembako. Suasana haru biru disaat BHS menjenguk salah satu korban Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Larangan, Candi, Sidoarjo, Sabtu (1/10).

ZA (8) adalah satu dari 3 anak di Desa Larangan yang harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sidoarjo akibat DBD. Setelah beberapa hari dirawat kini ZA dapat beraktivitas layaknya anak seumurannya.

Tinggal di rumah petak yang dihimpit rumah rumah besar dengan akses jalan yang tak sampai satu meter, membuat Bambang Haryo prihatin. Dalam kunjungannya, ia juga menanyakan cita-cita sang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu.

“Kalau besar nanti saya ingin jadi Tentara Pak,” cetus ZA dibarengi Isak tangis sang nenek.

Ungkapan cita-citanya itu diaamiini oleh Bambang Haryo. Ia berpesan apa yang diinginkan sang bocah harus dibarengi dengan suport pendidikan dan kesehatan yang layak.

Beberapa kali pertanyaan terkait Pancasila dilontarkan Bambang Haryo kepada sang bocah, ZA pun sigap menjawab dengan benar seluruh pertanyaan tersebut.

“Anak ini pintar semoga apa yang dicita-citakan tercapai dan dapat membanggakan orang tua serta menggantikan sang Bapak menjadi tulang punggung keluarga,” kata Bambang Haryo.

Perhatian Politisi Gerindra ini rupanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi sang Nenek bocah itu. Sang nenek yang didampingi Bapak dari ZA tak kuasa menahan tangis lantaran pertama kalinya mendapat perhatian langsung dari tokoh publik.

“Alhamdulillah gak nyangka Pak Bambang Haryo Soekartono (BHS) datang langsung kesini. Bantuan dan perhatian beliau sangat berarti sekali lagi terimakasih Pak,” kata Sunarto Bapak ZA.

Sebelum lakukan kunjungan ke rumah korban DBD, Pria yang akrab disapa BHS ini juga melakukan fogging di RW 4 Desa Larangan. Bersama tim BHS peduli fogging dilakukan untuk antisipasi sebaran DBD agar tak meluas.

Poster himbauan yang berisi langkah pencegahan DBD juga ditempel dibeberapa tempat di wilayah tersebut. Sukur Irawan selaku Ketua RW 4 mengaku bersyukur apa yang dikeluhkan terkait DBD di wilayahnya langsung ditanggapi oleh tim BHS peduli.

“Sebelumnya kami sudah melaporkan ke Puskesmas, namun karena yang kena DBD hanya satu wilayah di Desa permintaan fogging tidak bisa dipenuhi. Dari situ kita berinisiatif untuk lapor ke ke tim BHS peduli dan Alhamdulillah langsung ditanggapi,” ungkap Sukur.

Senada juga diungkapkan Sekertaris DPC Gerindra Sidoarjo, Sujayadi yang hadir dalam giat fogging itu. Ia mengatakan tag line BHS Peduli DBD di Sidoarjo yang ramai digaungkan masyarakat memang pantas disematkan untuk Bambang Haryo Soekartono.

“Hal itu terbukti melalui aksi nyata. Pak BHS ini selalu hadir ketika ada warga Sidoarjo yang mengeluh terkait DBD. Selain itu Pemerintah daerah harusnya lebih sigap karena DBD ini tak seperti Covid-19 yang ada masanya. Puskesmas dan Dinas terkait harus lebih sigap dalam menanggulangi sebaran DBD di Sidoarjo,” tukas Jayadi.(Suh).

Berita Terkait

Top