AAUI Surabaya Persiapkan SDM Unggul Songsong Tahun 2024 Dengan Berbasis Literasi Dan Inklusi


AAUI Surabaya Persiapkan SDM Unggul Songsong Tahun 2024 Dengan Berbasis Literasi Dan Inklusi

Reporter : N. Suhendra



Surabaya, RedaksiJatim.com – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Surabaya
berkomitmen untuk meningkatkan SDM Asuransi Umum untuk menjadi lebih baik serta senantiasa mengedepankan tingkat literasi dan inklusi khususnya di industri asuransi Surabaya.

Sehubungan hal tersebut, mengawali program kerja pengurus 2024 AAUI Cabang Surabaya menggelar seminar full day ‘Insurance Outlook 2024 & Engineering Insurance’ sebagai wawasan dan pengetahuan mendalam perihal dinamika industri asuransi umum serta produk
asuransi engineering dari sisi underwriter asuransi serta praktisi.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Surabaya, Adi Maryadi mengatakan bahwa
acara seminar ini merupakan program kerja dari bidang pendidikan dan pengembangan SDM, dimana merupakan salah satu kegiatan utama AAUI Surabaya untuk melaksanakan program sosialisasi produk asuransi, bedah polis dan pelatihan sumber daya manusia.

“Bagaimana juga perkembangan industri asuransi pasca kerugian yg cukup berat
dalam beberapa tahun terakhir dan dampak kerugian global bagi industri asuransi dalam negeri.
Atas program kerja
dimaksud juga mendapat dukungan dari AAUI pusat dengan kehadiran langsung narasumber dari pengurus semoga dapat menunjang kemajuan bersama,” kata Adi Maryadi dalam keterangan tertulis nya, Kamis (18/1).



Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat AAUI Bidang Statistik dan Riset Analisa AAUI, Trinita Situmeang dalam pemaparannya menegaskan penting nya, wawasan dan pengetahuan pelaku asuransi umum di Surabaya terkait informasi terkini perihal dinamika dan tantangan yang dihadapi di
industri asuransi umum serta proyeksi serta peluang potensi bisnis di Tahun 2024.

“Salah satunya adalah menjembatani kebutuhan market untuk proteksi asuransi rekayasa untuk itu diperlukan adanya kesepahaman antara kedua perspektif yg berbeda yaitu dari sisi underwriter dan juga praktisi market yang diwakilkan oleh pihak adjuster karena hampir sebagian besar permasalahan yg ada itu baru diketahui pada saat klaim,” terang Trinita.

Dia menambahkan seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi termasuk pertumbuhan premi asuransi gobal serta terkait beberapa parameter prediksi makro ekonomi Indonesia 2024 yang aktifitas ekonominya semakin membaik, maka proyeksi pertumbuhan premi asuransi umum Tahun 2024 diproyeksikan akan tumbuh sama dengan tahun 2023 dikisaran 12 %.

Menurutnya, pertumbuhan terjadi pada lini bisnis asuransi property, Engineering dan SME. Klaim asuransi akan lebih stabil dan dapat teratasi juga terdapat potensi premi yang semakin meningkat dari saluran pemasaran digital/insurtech.

Dalam penyampaian perihal materi seminar sesi engineering insurance dari perspektif underwriter, Bayu
Samudro menyampaikan beberapa ketentuan dalam polis engineering khususnya Polis Contractors All
Risks (CAR) dan juga klausula yang sering dilekatkan pada polis, wajib di pahami oleh rekan-rekan industri perasuransian untuk kemudian di sharing ke tertanggung secara komprehensif.

“Tujuan utama dari adanya
pemahaman ini adalah memberikan proteksi asuransi yg sesuai dengan kebutuhan tertanggung dan yang
tidak kalah pentingnya adalah meminimalkan adanya perselisihan pada saat terjadinya klaim terhadap obyek yang diasuransikan,” ungkap Bayu.

Dia menganggap resiko yang kerap kali terjadi termasuk dari segi besaran kerugian yang dialami berikut dengan permasalahan yang ditemui selama ini dalam hal proses klaim, agar dapat menjadi pertimbangan, baik pada saat penutupan polis, penanganan klaim, maupun perbaikan sebagai upaya mengurangi resiko yang terjadi.

Ketua AAUI Cabang Surabaya, Adi Maryadi (kanan)


Sementara itu Ketua AAUI Cabang Surabaya, Adi Maryadi mengatakan, acara seminar ini merupakan program kerja dari bidang pendidikan dan pengembangan SDM. “Dimana merupakan salah satu kegiatan utama AAUI Surabaya untuk melaksanakan program sosialisasi produk asuransi, bedah polis dan pelatihan sumber daya manusia,” ungkap Adi.

Selanjutnya juga diperjelas dengan pemaparan tentang bagaimana perkembangan industri asuransi pasca kerugian yang cukup berat dalam beberapa tahun terakhir dan dampak kerugian global bagi industri asuransi dalam negeri.

Atas program kerja dimaksud dipastikan mendapat dukungan dan monitoring dari AAUI pusat salah satunya kehadiran langsung narasumber dari pengurus sehingga dapat menunjang kemajuan bersama.(Suh)

Berita Terkait

Top