BHS Tinjau Dari Dekat Penampungan Limbah RPU Pasar Sepanjang Yang Tidak Layak Guna.


BHS Tinjau Dari Dekat Penampungan Limbah RPU Pasar Sepanjang Yang Tidak Layak Guna.

Reporter : N. Suhendra

Redaksi Jatim, Sidoarjo – Politisi Gerindra Bambang Haryo Soekartono datangi lokasi pasar unggas yang sempat di demo warga. Di sini BHS dengarkan keluhan para pedagang dan pemilik rumah pemotongan unggas (RPU) di pasar tradisional Sepanjang, Sidoarjo, Rabu (23/11).

Ia bersama tim BHS peduli langsung tinjau ke pasar, setelah menerima keluhan bahwa sejumlah kios atau rumah pemotongan unggas di pasar Sepanjang diminta untuk tidak diperbolehkan beraktivitas.

Bukan tanpa alasan para pemilik kios pemotongan unggas ini diprotes warga lantaran limbahnya dianggap cemari lingkungan dan berbau menyengat.

“Seyogyanya Pemerintah Kabupaten menyiapkan khusus tempat pembuangan limbah yang layak dan sesuai. Karena para pedagang dan pemilik rumah pemotongan unggas ini membayar retribusi dan pajak tiap tahun untuk mendapatkan fasilitas yang baik dari pemerintah,” kata Bambang Haryo saat bercengkrama dengan pedagang.

Sejumlah pedagang tengah berjibaku membersihkan limbah pemotong unggas secara mandiri. Menurutnya hal itu seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk membantu para pedagang terkait permasalahan limbah yang dikeluhkan warga.

“Bisa kita lihat, lingkungan ini kumuh sekali tapi para pedagang ini rela membersihkannya secara swasembada loh. Seharusnya ini tugas daripada pemerintah daerah. Mereka juga tidak ingin lingkungannya kumuh,” terang mantan anggota DPR RI ini.

Ia juga menceritakan saat kunjungan ke negara tetangga Malaysia, tepatnya di pedalaman Kalimantan. Tempat ternak unggas tertata dan tersistematis dengan baik sertab hygenis oleh pemerintah setempat.

“Disana tidak ada yang kumuh dan tempat pembuangan limbah juga sudah disiapkan secara layak.

Saya mengharapkan melalui fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo khususnya Ketua Komisi B yang membidangi pasar, Pak Bambang Puji untuk mendesak pemerintah daerah segera memberikan solusi untuk para pedagang dan kios pemotongan unggas di pasar Sepanjang,” ungkapnya.

Ia berharap melalui dorongan fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo, Pemerintah dapat menyelesaikan permasalah limbah tersebut. Tempat pembuangan limbah yang baik menjadi solusi agar pedagang dan masyarakat sekitar sama-sama tidak dirugikan.

“Hal ini harus segera diselesaikan supaya para pedagang ini tidak dihentikan dan masyarakat juga tidak terganggu dengan limbahnya. Pemerintah harus menyiapkan tempat limbah yang baik mumpuni dan memenuhi syarat,” tegasnya.

Ditambahkannya, Pemerintah harusnya tak ragu menyelesaikan permasalah limbah tersebut. Pasar yang sudah berdiri puluhan tahun ini adalah pasar yang sah yang diresmikan oleh pemerintah.

Sementara itu, Imam perwakilan pedagang unggas pasar Sepanjang berharap aktivitas dagang dan pemotongan unggas di lokasi tersebut kembali diizinkan.

Menurutnya jika pemerintah melalui dinas terkait tak kunjung memberikan solusi yang tak merugikan pedagang ditakutkan kondisi pasar sepi dan roda perekonomian terhambat.

“Kami berharap pemerintah melalui dinas terkait segara memberikan izin kembali untuk kami. Karena sudah 4 hari pasca diberhentikan sementara kondisi pasar sudah sepi. Kios pemotongan unggas adalah satu kesatuan dengan pedagang unggas. Semoga melalui dorongan dari pak BHS ini pemerintah daerah setempat segera memberikan solusi dan mengizinkan kami beroperasional kembali,” pinta Imam.(suh).

Posted in News

Berita Terkait

Top