Dongkrak hasil tangkapan ikan oleh nelayan dengan menggunakan Kapal Pintar.


Dongkrak hasil tangkapan ikan oleh nelayan dengan menggunakan Kapal Pintar.

Reporter Novem S

Redaksi Jatim Sidoarjo – Pentingnya Nelayan Tradisional Paham Teknologi
Dalam upaya membantu nelayan tradisional meningkatkan hasil tangkap ikan di laut.

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) berkolaborasi dengan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ( PPNS) dan industri pembuat Kapal Fiberboat Indonesia berikan sosialisasi tentang teknologi perangkat tepat guna dengan menggunakan android untuk menangkap ikan di laut. Salah satu perangkat itu adalah kapal nelayan tradisional dilengkapi sistem autopilot.

“Jika nelayan tradisional memahami dan memanfaatkan teknologi autopilot ini dalam menangkap ikan, hasilnya tentu akan bertambah” Ujar M.Badrus Syarifuddin, Sekretaris HNSI Cab Sidoarjo.

Sebagai organisasi nelayan, HSNI sangat mendukung adanya kolaborasi antara pihak akademisi dan industri guna meningkatkan perekonomian nelayan di pesisir pantai.

Sementara itu dukungan dari akademisi sendiri datang dari PPNS berupa kapal pintar yang dilengkapi sistem autopilot yakni pengembangan sistem berbasis komputer android yang dipasangkan di dalam kapal nelayan guna membantu mendapatkan ikan di laut. Sedang dari industri dari PT Fiberboat Indonesia berupa pembuatan kapal nelayan yang murah namun kuat dengan berbahan dari fiber maupun berbahan plastik atau HDPE.

Dengan memanfaatkan teknologi kapal pintar autopilot ini, nelayan dapat menghemat bahan bakar, karena nelayan akan menuju ke lokasi persebaran ikan lewat jaringan android yang ditanamkan di dalam kapal nelayan sehingga tanpa berkeliling dulu di laut yang masih menggunakan insting nelayan,bisa mengetahui lokasi yang banyak ikannya, jelas Eko Julianto, Direktur Politeknik Perkapalan Negara Surabaya (PPNS).

Sementara itu PT Fiberboat memberikan pelatihan bagaimana proses pembuatan kapal nelayan dari fiber ataupun plastik (HDPE), terutama proses maintenance, perawatan dan perbaikannya. Sehingga nelayan dapat merawat dan memperbaiki secara mandiri.

PT Fiberboat Indonesia juga menjelaskan didepan perwakilan Nelayan yang datang mengapa dipilih bahan fiber ataupun dari HDPE? karena saat ini kayu sudah mahal, dan sulit didapatkan. Dengan dipakainya bahan jenis fiber dan HDPE atau Plastik ini bisa menurunkan cost produksi pembuatan kapal namun tetap aman dan kuat ujar M. Zainal Arifin Pemilik PT Fiberboat Indonesia.(vem/qq).

Berita Terkait

Top