Pemerhati Keselamatan Berkendara Minta Kemenhub Atensi Kualifikasi Jalan Dan Kendaraan Over Tonase


Pemerhati Keselamatan Berkendara Minta Kemenhub Atensi Kualifikasi Jalan Dan Kendaraan Over Tonase


Reporter : Novem S


Sidoarjo, RedaksiJatim.com – Kementerian perhubungan (Kemenhub) diminta untuk lebih memperhatikan kualifikasi dan kecepatan kendaraan bermuatan saat melintas di jalan tol untuk antisipasi kecelakaan.

Hal tersebut disampaikan oleh pemerhati keselamatan berkendara sekaligus Founder BHS Peduli Ir. H Bambang Haryo Soekartono meminta kementerian perhubungan untuk tak abai, dan menerapkan kualifikasi kendaraan bermuatan yang melintas di jalan tol agar tak melanggar aturan yang ditetapkan.

Hal tersebut ia sampaikan ke reporter redaksi jatim saat mengunjungi rumah duka salah satu korban kecelakaan bus study tour SMAN 1 Sidoayakni seorang guru di SMAN 1 Sidoarjo, Senin (22/1).

“Pertama saya ucapkan turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya pahlawan pendidikan atau guru di SMAN 1 Sidoarjo korban dari kecelakaan bus di jalan tol Ngawi. Bus yang terlibat kecelakaan ini adalah buntut dari kendaraan truk bermuatan yang alami oleng saat melintas. Ini seringkali saya sampaikan bahwa pentingnya menerapkan kualifikasi kendaraan saat melintas di jalan tol baik secara muatan dan kecepatan,” kata Bambang Haryo.

Dikatakan Bambang Haryo, kendaraan bermuatan yang melebihi kapasitas berdampak pada laju kendaraan itu sendiri. Dari banyaknya kasus kecelakaan di jalan tol disebabkan akibat kendaraan muat yang melaju dibawah 60 kilometer perjam (kpj).



“Saya mendapat info dari mantan Dirjen Kemenhub Pak Budi Setiadji bahwa saat ini angka kecelakaan di jalan tol Indonesia saat ini di tiap harinya mencapai 20 kasus dengan penyebab terbanyak, diakibatkan kendaraan bermuatan yang melebihi kapasitas dengan kecepatan di bawah 60 kilometer perjam. Inilah yang harus jadi perhatian pemerintah khususnya kementerian perhubungan,” ungkap Bambang Haryo yang juga pemerhati transportasi itu.

Hal-hal tersebut menurut Bambang Haryo telah masuk dalam undang-undang yang diterapkan Kemenhub dan pihak jalan tol yang harus ditaati pengguna jalan. Dia menegaskan pengguna jalan yang melanggar harus dihukum sesuai ketentuan.

“Sekarang langsung saja keluarkan kebijakan, melalui kakorlantas atau dirjen perhubungan darat atau menteri nya untuk membuat aturan truck atau kendaraan muatan yang melintas harus dilengkapi dengan lampu yang terang dan kecepatan tidak boleh dibawah 60 kpj. Sehingga pengguna jalan dapat masing-masing merasa aman dan nyawa publik harus dilindungi sesuai dengan undang-undang,” tegas anggota DPR RI periode 2014-2019 tersebut.

Selain itu, Bambang Haryo juga meminta gelombang kejut di jalan tol agaknya diperhitungkan kembali mengingatkan hal kerap jadi kritikan pengendara yang mengakibatkan ban kendaraan pecah. (Suh)

Berita Terkait

Top