Sungai di Tanggulangin Dipenuhi Sampah.


Sungai di Tanggulangin Dipenuhi Sampah.

Reporter : Novem S

 

Redaksi Jatim, Sidoarjo – Problematika sampah di Kabupaten Sidoarjo sudah menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan mulai era kepemimpinan Abah Saiful kemudian PJ Hudiyono. Saat ini kondisi sungai di Sidoarjo saat ini banyak yang mengalami pendangkalan. Itu disebabkan karena banyak warga yang membuang sampah rumah tangga di sungai dan bukan pada tempat sampah.

Seperti halnya di afvour Gedangrowo Desa Kalidawir Kecamatan Tanggulangin. Sampah rumah tangga bercampur dengan enceng gondok itu membuat aliran air tidak mengalir sempurna. Sehingga memicu bau tak sedap. Kondisi seperti itu mulai dikeluhkan warga sekitar yang tinggal di sekitaran aliran sungai.

“Mau aktivitas di halaman rumah, terganggu aroma busuk. Kondisi ini sudah lama saya rasakan. Kalau sampah sedikit, masih bisa dialirkan,” ungkap Masfulah warga Desa Kalidawir Jumat (4/3).

Dirinya meminta agar masalah sampah di sungai tersebut bisa terselesaikan. “Warga disadarkan. Pemerintah dan warga kerjasama agar sampah tidak menumpuk di beberapa tempat,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan warga itu, respon cepat Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi SH atas ijin Bupati Sidoarjo langsung mendatangi lokasi. Dirinya merasa prihatin dengan kondisi afvour Gedangrowo tersebut. Menurutnya pemda mau mengucurkan dana berapapun, masalah sampah tidak akan selesai.

“Rasa gotong royong harus ditingkatkan kembali. Jangan lelah mengurus desa masing-masing terutama sampah di sungai,” tegasnya.

Mengatasi masalah ini, Wabup Subandi menginstruksikan Camat Tanggulangin segera mengumpulkan kepala desa di wilayah tersebut untuk sepakat membuat jaring penyekat sampah. Selain itu, Wabup menegaskan bangunan liar diatas sungai perlu ditertibkan.

“Kalau sudah, teman kepala desa bertanggungjawab menyelesaikan sampah di sungai masing-masing,” imbuhnya.

Senada dengan Wabup, Camat Tanggulangin Sabino Mariano mengatakan setiap desa perlu membuat batas atau penyekat jaring sampah. Apalagi afvour Gedangrowo itu termasuk area vital karena salah satu sungai terbesar di Tanggulangin. “Kalau seperti ini terus masyarakat daerah pesisir dapat bonus sampah dan jadi bulan-bulanan banjir,” katanya.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Rizal Asnan menambahkan untuk meningkatkan daya tampung afvour maka perlu dilakukan normalisasi sungai.

“Namun bangli diatas sungai ini harus bersih dulu,” ungkapnya.

Sementara itu tahun ini kata Rizal, “normalisasi akan berlangsung di saluran losing Gedangrowo Desa Banjarpanji”, pungkasnya. (vem)

Berita Terkait

Top