Gempita SMPN 3 Waru Gelar Karya Inovatif Dan Pentas Seni 2023


Gempita SMPN 3 Waru Gelar Karya Inovatif Dan Pentas Seni 2023

Reporter : Novem S


Redaksi Jatim, Sidoarjo – Meriahnya SMP Negeri 3 Waru (Spengaru) gelar karya dan pentas seni dalam rangka mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di halaman sekolah pada Selasa, (19/12).

Karya dan pentas seni bertajuk “Wonderful Spengaru” menampilkan banyak kreasi tari-tarian. Begitu juga karya seni tulis berupa cerpen, antologi puisi dan antologi essay.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Waru, Mas Husein mengatakan bahwa ajang pentas seni tersebut adalah salah satu cara untuk mengapresiasi karya seni para siswa.

“Dapat dilihat anak-anak bisa mempersembahkan karyanya dalam acara Wonderful Spengaru ini dengan sangat baik,” ucapnya saat sambutan.

Husein memperlihatkan tiga karya tulis siswanya, yakni cerpen karya Ananda Naila Acha, kemudian kumpulan essay milik kelas siswa kelas tujuh yang berjudul ‘Pelita dalam Belajarku’, dan kumpulan buku berjudul ‘Rumah Kedua’ karya para siswa Spengaru.

Dalam kegiatan tersebut, mereka juga memakerkan beberapa karya siswa dalam lima galleri, yaitu essay, karya tangan siswa, Seni-budaya, literasi dan P5.

“Para siswa mempunyai banyak karya seperti karya budaya dan juga karya tata boga, ini yang dapat kita ciptakan,” ujarnya.

“Semoga momen ini dapat memberikan semangat bagi siswa kami untuk selalu berkarya,” tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Tirto Adi (kiri) dan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Waru, Mas Husein


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Tirto Adi merasa bangga akan tingginya inovasi dan kreatifitas para siswa. Menurutnya mereka mampu menerobos keterbatasan.

“Karena itu saya apresiasi kepada keluarga besar SMP Negeri 3 Waru,” katanya dengan kagum.

Karena hal itu pula, Tirto mendorong Kepala Sekolah dan guru untuk mengapresiasi para siswa yang berani menunjukkan bakatnya. Ia meminta agar para guru tidak membebani nilai akademik siswa dengan dibawah rata-rata.

Menurutnya, seorang guru tidak hanya diukur dari kecerdasannya saja. Akan tetapi seorang guru juga harus mempunyai nilai kepatutan dan kebijaksanaan.

“Acara seperti ini sangat penting untuk melihat efektifitas pembinaan guru dan sejauh mana kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola sekolah,” jelasnya.

Bagi Tirto, ruang kreasi siswa terus dibuka selebar-lebarnya. Hal tersebut untuk mengasah kemampuan siswa.

“Dengan semacam ini siswa akan merasa diapresisasi, begitu pula guru yang dapat mengukur kemampuan siswa hasil binaannya,” terangnya.(suh)

Berita Terkait

Top