KB-TK Al Muslim Gandeng FKM Unair Rayakan Hari Cuci Tangan Sedunia “Pentingnya Pembiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun Sejak Dini”.


KB-TK Al Muslim Gandeng FKM Unair Rayakan Hari Cuci Tangan Sedunia
“Pentingnya Pembiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun Sejak Dini”

Reporter : Novem S

 

Redaksi Jatim, Sidoarjo – Belum banyak diketahui masyarakat bahwa tiap 15 Oktober adalah diperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS). Hal ini untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun. Bukan lantaran adanya wabah covid-19 sehingga hari ini diperingati sebagai hari tersebut, tetapi memang sejak beberapa tahun silam tanggal 15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia.

Siti Aminah (kepala sekolah) kali ini menggandeng FKM Unair untuk merayakan HCTPSS, “agar siswa mendapat penjelasan yang lebih banyak dari sumber belajar yang lain sehingga siswa lebih memahami manfaat dan akibat dari cuci tangan. Harapannya perayaan HCTPSS 2022 ini memberikan dampak positif kepada siswa, guru, dan civitas di lingkungan KB-TK Al Muslim dalam mengkampanyekan dan menerapkan pembiasaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir”.

Hadir Qonita Rachmah, S.Gz., M.Sc. (dosen kesehatan gizi), menyampaikan senang mendapat kesempatan berkolaborasi dengan KB-TK Al Muslim untuk merayakan HCTPSS sekaligus memberikan edukasi cuci tangan kepada siswa, harapannya dapat berkolaborasi dengan jenjang yang lain. dan Zida Husnina, S.KM., M.PH. (dosen kesehatan lingkungan), menyampaikan “manfaat cuci tangan diantaranya supaya tangan bersih, membebaskan tangan dari kuman dan bakteri, menghindari masuknya kuman kedalam tubuh, menurunkan penyebab diare, dapat mencegah infeksi kulit, mata, cacing yang tinggal didalam usus”.

Uniknya 6 mahasiswa FKM memberikan pretest dan postest kepada siswa KB-TK Al Muslim berupa gambar yang dipandu kak Eka dan kak Hila dan siswa diminta memberi stiker pada jawaban yang dipilih. Lebih menarik lagi para siswa diajak bereksperimen “merica yang digambarkan sebagai kuman dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air lalu dicelupkan jari kita, apa yang terjadi? sampai ada yang siswa KB yang menangis karena kumannya nempel pada jarinya, lalu jarinya diberi sabun terus dicelupkan ke dalam wadah tersebut ternyata kumannya minggir semua.

Tak kalah serunya para guru berkolaborasi dengan siswa performance teatrikal yang berjudul “Si Bun” yang diperankan oleh ustazah mudji menjadi kuman, ustazah Atiek menjadi sabun/sibun, ustazah Murti menjadi ibu, dan shakila menjadi anaknya. Mereka menceritakan seorang anak selesai bermain langsung makan tanpa cuci tangan akibatnya sakit perut, sikuman kegirangan. Lalu si Kuman berlarian dikejar si Bun, lalu si Kuman mati terkena si Bun. Ustazah Murti memberi nasehat agar mencuci tangan terlebih dulu sebelum makan, dan orasi ajakan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.(Suh)

Berita Terkait

Top