Mazaya Candra Aqila Huda Siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo diterima PTN di Dua Tempat Sekaligus.


Mazaya Candra Aqila Huda Siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo diterima PTN di Dua Tempat Sekaligus.

Reporter : Novem S

Redaksi Jatim, Sidoarjo – Program Sekolah Menengah Atas adalah sukses mengantarkan siswa siswinya masuk jenjang yang lebih tinggi yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit. Seperti halnya SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini. Setelah diterima di dua PTN (Perguruan Tinggi Negeri) yakni UI dan Unpad Jawa Barat, membuat Mazaya Candra Aqila Huda, siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) merasa dilema. Karena harus berpikir panjang untuk menentukan pilihan terbaiknya.

Mazaya Candra Aqila Huda kelas XII IBB (Ilmu Bahasa dan Budaya) ketika ditemui di sekolahnya, pada (14/4/2022) tadi pagi, mengaku sempat menangis kebingungan. Harus memilih yang mana antara UI dan Unpad, dengan jurusan yang sama FIB (Fakultas Ilmu Bahasa), sebuah jurusan yang sudah didambakan sejak awal.

Remaja yang kerap disapa Aya ini mengaku diterima Unpad melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2022. Sedangkan di UI melalui program seleksi PPKB (Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar). “Saya akhirnya harus memilih UI karena peringkatnya lebih tinggi dari Unpad. Begitu juga saran guru, teman dan orangtua mengarahkan untuk memilih di UI,” ungkap siswi yang suka main musik ini.

Mazaya mendapatkan pengarahan dari gurunya

Selain itu, Aya mengaku selama kelas X, XI dan XII tidak pernah masuk dalam rangking tertinggi. “Saya 10 besar di kelas IBB (Ilmu Bahasa dan Budaya). Kalau tidak 9 ya 10. Pernah juga saya meraih peringkat 6 saat kelas XI,” ujarnya.

Alhamdulillah, sambung dia, saya masuk siswa elligible dan bisa masuk kuota sekolah untuk siswa yang bisa mendaftar jalur SNMPTN. “Saya hanya mendaftar satu pilihan, prodi Sastra Prancis,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa ke Prancis adalah mimpinya sejak kecil. Untuk mewujudkan mimpinya, memilih masuk di kelas IBB dan belajar bahasa Perancis. Baginya, Prancis adalah pusat kebudayaan kelas dunia. “Oleh sebab itu, saya harus menguasai bahasa dan kebudayaan Prancis, agar bisa berkarir di Unesco,” harapnya.

Wigatiningsih – Kepala Smamda

Sementara Wigatiningsih selaku Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo mengatakan terdapat 39 siswa SMAMDA diterima di sejumlah perguruan negeri ternama tanpa tes. Diantaranya Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Air Langga (Unair) Surabaya, Universitas Negeri Jember (UNEJ), Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung, Universitas Indonesia (UI) serta Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, juga ada di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Negeri Trunojoyo Madura.

“Per hari ini ada 39 siswa dan siswi kami yang masuk perguruan tinggi negeri. Jumlah itu belum yang masih proses wawancara. Jumlah itu lebih besar dari tahun kemarin. Karena tahun kemarin hanya 29 siswa siswi kami yang masuk perguruan tinggi negeri. Rata-rata lewat jalur prestasi bukan melalui tes,” pungkasnya(Suh)

Berita Terkait

Top