Pembelajaran Berdiferensiasi Merupakan Teknologi Pendidikan Unesa Guna Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik Swasta Se Surakarta


Pembelajaran Berdiferensiasi Merupakan Teknologi Pendidikan Unesa Guna Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik Swasta Se Surakarta

Reporter : N. Suhendra



Redaksi Jatim, Surakarta – Kurikulum merdeka yang telah berjalan ini, terutama di tingkat sekolah dasar masih perlu untuk guru guru melakukan peningkatan kompetensi mereka terutama pada kompetensi pedagogi.

Kompetensi ini berguna untuk memfasilitasi belajar siswa agar memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang notebene mereka unik dan beragam. Karakteristik siswa yang beragam ini perlu difasilitasi dengan pembelajaran berdiferensiasi.

Hal ini merupakan tantangan bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran.
Tim dosen Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa mengadakan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi untuk memfasilitasi kebutuhan siswa sesuai karakteristiknya.

Acara ini berlangsung dengan mengkombinasikan model pelatihan luring-daring atau dikenal kenal dengan blended learning. Pelaksanaan luring dilaksanakan di salah satu sekolah yaitu SMA Batik di Surakarta dengan mengundang perwakilan guru sekolah dasar swasta yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) sejumlah 30 orang guru, Sabtu(29/7/2023).

Acara dibuka oleh ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) dan dilanjutkan dengan pemaparan materi pelatihan oleh Bapak Dr. Lamijan Hadi Susarno, M.Pd, beliau menyampaikan materi tentang karakteristk peserta didik.

Dilanjutkan oleh Dr. Andi Kristanto, M.Pd dengan materi Desain Pembelajaran Berdiferensiasi untuk sekolah dasar.

Selanjutnya kegiatan pelatihan daring dimbing oleh Ibu Citra Fitri Kholidya, M.Pd.



Ibu Citra Fitri Kholidya, M.Pd. sebagai ketua tim pelaksana kegiatan pelatihan mengatakan bahwa desain pembelajaran berdiferensiasi sangat penting untuk membantu guru agar dapat memenuhui kebutuhuan siswa sesuai dengan gaya belajar (learning style) serta bakat dan minat siswa.

Sehingga optimalisasi pembelajaran dapat tercapai. Selama acara berlangsung peserta sangat antusias, hal ini dibuktikan dengan hasil peserta berupa modul ajar dengan desain pembelejaran berdiferensiasi.(suh)

Berita Terkait

Top