SMPI Al Azhar 54 Sidoarjo Kedepankan Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka


SMPI Al Azhar 54 Sidoarjo Kedepankan Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka

Reporter : Novem S



Redaksi Jatim, Sidoarjo – SMP Islam Al Azhar 54 Sidoarjo Kedepankan Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka guna melatih pematangan kreatifitas yang dimiliki siswa-siswi nya melalui assesmen sumatif tengah semester berbasis proyek.

Proyek itu mengajarkan peserta didik untuk menghasilkan produk siap makan dengan bahan dasar Buah. Hal ini didasarkan pada pentingnya mengembangkan soft skill agar mulai berkembang di usia remaja.



Humas SMP Islam Al Azhar 54 Sidoarjo, Nuning Ratna Megawati mengatakan kegiatan formal secara akademik ini juga bagian dari mengasah pengalaman dalam banyak hal. Salah satu nya mengajarkan anak-anak menghitung biaya produk, dan mempresentasikan di konsumen secara langsung.

“Dalam menyelesaikan proyek, anak-anak dituntut untuk mampu berdiskusi, berkomunikasi dgn banyak pihak terutama teman dalam satu tim. Selain itu, mereka juga harus mampu menentukan pasar konsumen dan lokasi penjualan untuk memasarkan produk,” kata Nuning, Senin (18/9).

Nuning menambahkan, seluruh desain promosi produk juga dibuat mandiri oleh anak-anak pada masing-masing kelompok. Di akhir proyek, mereka juga harus melaporkan seluruh alur/proses penjualan kepada bapak/ibu guru sesuai pembukuan mereka.

“Nanti mereka diharuskan melaporkan mulai dari latar belakang memilih menu, detail alat bahan serta laporan laba/rugi yang dihasilkan. Selama proses tersebut, mereka dibimbing dan didampingi oleh bapak/ibu guru. Semoga menjadi awal yang baik untuk meningkatkan soft skill,” imbuhnya.

Ketua panitia PTS project semester Gasal, Ferina Widya Wiyanti menambahkan pekan lalu anak-anak telah menentukan pangsa pasar dan jenis olahan buah yg dibuat. Hal itu selaras dengan kurikulum merdeka, mapel prakarya, yang berbasis kewirausahaan.

Dalam proses penjualan produk mereka diberi kebebasan menentukan metode penjualan bisa melalui kantin, market place atau yang lain.

“Sehingga dalam rangkaian PTS berbasis proyek ini sebagai wadah mengasah murid mempertajam softskill nya, kemampuan kerjasama, komunikasi, marketing dan melahirkan ide produk andalan kewirausahaan yg sudah bisa dimulai sejak dini oleh ananda,” jelas Ferina.



Erlan (12) salah satu siswa yang tergabung dalam kelompok Piscok Malik Almawz ini misalnya. Ia bersama kelompok nya optimis produk yang dibuat bakal laris di pasaran yang sudah mereka perhitungkan sebelumnya.

“Tentu optimis dong soalnya sudah laku di beli teman-teman sendiri. Selain itu menu dan resep juga asli buatan kami sendiri semua sudah diperhitungkan,” tutur bocah yang masih duduk dikelas VII tersebut.

Sementara itu, Gadis Mutiasari salah satu wali murid mengungkapkan proyek enterpreneur siswa ini dapat mengembangkan karakter anak usia dini seperti rasa tanggung jawab, meningkatkan aspek perkembangan sosial emosional, kognitif, dan karakter positif lainnya.

“Keberanian berwirausaha akan mengajarkan kreativitas sejak dini pada anak. Ini adalah sebuah cara untuk memperkenalkan kepada anak menjadi pelaku usaha lebih mudah dilaksanakan,”ujarnya.

“Anak-anak dapat belajar secara kreatif¬† dan tentu membekali mereka dengan rasa percaya diri menjadi seorang pengusaha seperti yang mereka cita-citakan,” pungkasnya.(suh)

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top